Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bolmut dan Fatayat NU Gelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi, Bahas Isu SARA dalam Kehidupan Demokrasi

qwert

Ketua Bawaslu Bolmut Rizki Posangi, SH, MH saatu diskusi Konsolidasi Demokrasi bersam Fatayat NU Bolmut. Kamis 11/06/2026

Boltara – Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara bersama Fatayat NU Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menggelar diskusi bertajuk “Konsolidasi Demokrasi: Isu SARA” yang berlangsung di Cafe Legend, Kamis (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga demokrasi yang sehat, inklusif, dan berintegritas di tengah keberagaman masyarakat.

Diskusi tersebut membahas berbagai tantangan demokrasi, khususnya potensi penyalahgunaan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang dapat memecah persatuan dan mengganggu harmoni sosial. Peserta diajak untuk bersama-sama memperkuat nilai toleransi, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk politisasi SARA.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rizki Posangi, menyampaikan apresiasinya kepada Fatayat NU sebagai salah satu organisasi perempuan yang memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi.

“Fatayat merupakan organisasi besar dan saya melihat memiliki ideologi yang sama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan demokrasi. Karena itu, saya mengajak teman-teman Fatayat untuk terus bersinergi dengan Bawaslu, khususnya dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya sebatas memberikan suara saat pemungutan suara, melaporkan pelanggaran, atau melakukan pencegahan. Menurutnya, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilu guna mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

“Menjaga demokrasi itu bukan hanya memilih, melaporkan, atau mencegah pelanggaran. Lebih dari itu, masyarakat harus turut berpartisipasi dalam proses demokrasi dan pemilu agar menghasilkan pemimpin yang lahir dari proses yang jujur, adil, dan berintegritas,” tambahnya.

Sementara itu, peserta diskusi menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Sinergi antara Bawaslu dan organisasi kemasyarakatan dinilai penting untuk memperluas edukasi kepemiluan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Fatayat NU Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam merawat keberagaman, menolak politisasi SARA, serta mendorong partisipasi masyarakat untuk mewujudkan demokrasi yang sehat, damai, dan berintegritas.

Foto : R Msr
Editr : R Msr