Bawaslu Bolmut Gelar Pembelajaran Audio Visual P2P di SMAN 1 Bintauna
|
Boltara – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melaksanakan kegiatan Pembelajaran Audio Visual bagi peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di SMAN 1 Bintauna, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Bolmut dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam pelaksanaan pemilu dan demokrasi di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi edukasi melalui pembelajaran audio visual yang membahas berbagai aspek pengawasan pemilu dan penguatan partisipasi masyarakat. Adapun materi yang diberikan meliputi Teknis Pencegahan Pelanggaran, Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran, Teknis Penyelesaian Sengketa Proses, Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif, Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas, serta Teknis Pengawasan Berbasis Digital.
Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah. Setelah setiap sesi materi selesai dipaparkan, peserta juga diminta mengisi catatan kritis sebagai bentuk evaluasi pemahaman serta media untuk menyampaikan pandangan dan gagasan terkait pengawasan partisipatif.
Koordinator Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Bolmut menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran audio visual ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda sejak dini.
“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai warga negara. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami berharap siswa dapat menjadi generasi muda yang kritis, aktif, dan peduli terhadap proses demokrasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan audio visual dipilih agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi peserta didik.
“Dengan metode pembelajaran audio visual, peserta lebih mudah memahami materi pengawasan partisipatif. Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk ikut mengawasi dan menjaga demokrasi yang jujur serta berintegritas,” tambahnya.
Selain penyampaian materi audio visual, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai mekanisme pengawasan pemilu dan tantangan demokrasi di era digital saat ini.
Bawaslu Bolmut berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi politik yang positif bagi generasi muda serta memperkuat semangat partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu.
Melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, Bawaslu Bolmut terus berkomitmen membangun budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Foto : R. Tampi
Editor : R Msr