Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Sulut: Momentum “Masa Tanam” Perkuat Integritas dan Strategi Pencegahan

123456

Pelaksanaan Ngabuburit Pengawasan oleh Bawaslu Sulut pada Senin 02/03/2026

Boltara - Anggota Bawaslu Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Abdul Saddam Alamri, S.Kep bersama jajaran Sekretariat Bawaslu Bolmut mengikuti kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Senin (02/03/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam suasana Ramadan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Sulawesi Utara Ardiles Mewoh. Dalam sambutannya, ia berharap momentum kebersamaan ini dapat menjadi ruang penguatan spiritual dan intelektual bagi seluruh jajaran pengawas pemilu.

“Pada kesempatan ini kami berharap pimpinan Bawaslu RI dapat memberikan tausiyah sebelum buka puasa untuk kita semua dan berbagi ilmu kepada kami. Mari kita belajar bersama. Permohonan kami juga agar Anggota Bawaslu RI dapat memberikan arahan kepada jajaran Bawaslu Sulawesi Utara,” ujarnya.

Turut hadir Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty yang memberikan arahan dan penguatan kelembagaan. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa Ngabuburit Pengawasan bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang strategis untuk menyiapkan diri menghadapi dinamika demokrasi ke depan.

“Ngabuburit pengawasan bukan hanya forum diskusi. Ini adalah momentum berupaya menyiapkan diri, momentum ‘ngecas ulang’, mengisi kembali energi kita sebagai investasi sosial dan investasi politik. Di masa non tahapan ini adalah masa tanam, yang hasilnya nanti bisa kita panen di kemudian hari,” tegasnya.
 

qwerth

Sebagai narasumber, Anggota Bawaslu Sulut Steffen S. Linu membawakan materi berjudul “Strategi Pengawasan: Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu.” Ia menekankan pentingnya pendekatan pencegahan sebagai strategi utama dalam meminimalisir potensi pelanggaran dan sengketa proses, melalui penguatan deteksi dini, pemetaan kerawanan, serta konsolidasi internal yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Saddam Alamri menyampaikan bahwa momentum Ramadan harus dimaknai sebagai ruang introspeksi sekaligus penguatan komitmen moral bagi seluruh jajaran pengawas pemilu. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam menjaga dan merawat kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas.

“Melalui kegiatan ini, kami semakin diingatkan bahwa tugas pengawasan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga tanggung jawab moral dalam mengawal demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Bawaslu kabupaten/kota dengan Bawaslu provinsi menjadi kunci dalam memastikan pengawasan yang efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi yang solid diyakini mampu memperkuat kualitas pencegahan serta kesiapan menghadapi dinamika tahapan pemilu maupun pemilihan ke depan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan refleksi bersama, kemudian dirangkaikan dengan tausiyah serta buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Semangat Ramadan yang menyertai kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh integritas, profesionalitas, dan soliditas jajaran Bawaslu se-Sulawesi Utara dalam mengawal demokrasi yang transparan dan berkeadilan.

Penulis dan Foto : R_Mnsr
Editor : R_Mnsr