Lompat ke isi utama

Berita

Pastikan Akurasi Data Pemilih, Abdul Saddam Alamri Turun Langsung Awasi Coklit Terbatas di Bintauna

234567

Anggota Bawaslu Bolmut Abdul Saddam Alamri bersama Staf Skretariat saat Pengawasan Coklit Terbatas di Kecamatan Bintauna. Jum'at 06/03/2026

Boltara - Anggota Bawaslu Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Abdul Saddam Alamri, S.Kep, bersama jajaran Sekretariat Bawaslu Bolmut melaksanakan pengawasan langsung terhadap proses validasi data dan pencocokan serta penelitian (coklit) terbatas dalam kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I yang dilaksanakan oleh KPU Bolaang Mongondow Utara.

Kegiatan pengawasan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Bintauna pada Jumat, 06 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan validasi data dan coklit terbatas, ditemukan sejumlah pemilih yang telah meninggal dunia dan perlu dilakukan pembaruan dalam daftar pemilih. Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah pemilih meninggal dunia di beberapa desa di Kecamatan Bintauna antara lain:

  • Desa Vahuta: 3 orang

  • Desa Pimpi: 2 orang

  • Desa Talaga: 4 orang

  • Desa Padang: 5 orang

  • Desa Padang Barat: 2 orang

  • Desa Minanga: 3 orang

  • Desa Bunong: 3 orang

  • Desa Bunia: 1 orang

  • Desa Bintauna: 2 orang

  • Desa Kuhanga: 21 orang

Total terdapat 46 pemilih yang teridentifikasi telah meninggal dunia dalam proses pemutakhiran data tersebut.

Anggota Bawaslu Bolmut, Abdul Saddam Alamri, menegaskan bahwa pengawasan terhadap tahapan pemutakhiran data pemilih sangat penting untuk memastikan daftar pemilih yang digunakan dalam setiap tahapan pemilu benar-benar akurat dan mutakhir.

“Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan setiap proses validasi data berjalan sesuai aturan serta memastikan data pemilih yang dimutakhirkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Bawaslu Bolmut juga terus mendorong sinergi dengan KPU serta pihak terkait dalam rangka menjaga kualitas data pemilih. Dengan adanya pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan setiap tahapan pemilu dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Foto : Humas BWS Boltara
Penulis dan Editor : R_Msr