Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bolmut Gandeng GP Ansor Perkuat Demokrasi Lokal di Tengah Dinamika Revisi UU Pemilu

123456789

Ketua Bawaslu Bolmut Rizki Posangi bersama Pengurus GP Ansor Bolmong Utara. Jum'at 12 Juni 2026

Boltara - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Kali ini, Bawaslu Bolmut menggelar Konsolidasi Demokrasi dan Diskusi Isu Kepemiluan Strategis bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bolaang Mongondow Utara di Cafe Legend, Batu Pinagut Jum'at (12/06/2026)

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai tantangan demokrasi dan kepemiluan, sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan sistem demokrasi lokal di tengah berkembangnya pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.

Ketua Bawaslu Bolmut, Rizki Posangi, SH., MH, menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas tidak dapat diwujudkan hanya oleh penyelenggara pemilu. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan keagamaan.

"GP Ansor merupakan organisasi besar yang memiliki semangat kebangsaan yang kuat. Kami memandang penting membangun sinergi dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu dan penguatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi," ujar Rizki.

Ia menjelaskan, menjaga demokrasi bukan sekadar menggunakan hak pilih saat pemilu berlangsung. Lebih dari itu, masyarakat perlu terlibat dalam proses pengawasan, pendidikan politik, hingga menciptakan ruang-ruang diskusi yang sehat untuk memperkuat kesadaran demokrasi.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting sebagai upaya memperkuat kualitas demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di daerah, di antaranya:

  1. Meningkatkan pendidikan politik masyarakat secara berkelanjutan.

  2. Memperkuat pengawasan pemilu yang partisipatif dan kolaboratif.

  3. Menegakkan hukum secara tegas terhadap setiap pelanggaran pemilu.

  4. Mendorong transparansi dan akuntabilitas pendanaan politik.

  5. Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi yang aman dan akuntabel dalam seluruh proses kepemiluan.

Bawaslu Bolmut menilai bahwa penguatan demokrasi harus dilakukan melalui pendekatan kultural dengan melibatkan kelompok-kelompok strategis masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu membangun budaya demokrasi yang sehat, inklusif, serta berintegritas.

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu dan GP Ansor Bolmong Utara berkomitmen untuk terus mempererat kerja sama dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan meningkatkan kesadaran politik masyarakat.

Pada akhirnya, demokrasi yang sehat membutuhkan pemilu yang jujur, adil, transparan, dan partisipatif agar kedaulatan rakyat benar-benar dapat diwujudkan secara efektif demi kemajuan bangsa dan daerah.

Editor : R Msr