Lompat ke isi utama

Berita

Pengawasan Coklit PDPB di Bintauna, Bawaslu Bolmut Ungkap 5 Warga Pindah Masuk Belum Terlapor

1234567

Anggota Bawaslu Bolmut Abdul Saddam Alamri, S.Kep Bersama Tim Fasilitasi saat Pengawasan Langsung Coktas PDPB oleh KPU Bolmut. Selasa (05/05)

Boltara– Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terus memperkuat pengawasan terhadap proses pemutakhiran data pemilih. Hal ini ditunjukkan melalui pengawasan langsung yang dilakukan pada tahapan Coklit Terbatas dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) oleh KPU Bolmut di Kecamatan Bintauna, Selasa (05/05/2026).

Pengawasan tersebut dipimpin oleh Anggota Bawaslu Bolmut, Abdul Saddam Alamri, S.Kep, bersama Tim Fasilitasi Pengawasan PDPB. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

Dalam pelaksanaan pengawasan, Bawaslu Bolmut menemukan adanya 5 orang dengan keterangan pindah masuk di Desa Pimpi. Namun setelah dilakukan konfirmasi langsung, diketahui bahwa kelima orang tersebut belum melapor kepada aparat desa, sehingga keberadaan mereka belum tercatat secara resmi di tingkat desa.

Temuan ini menjadi perhatian penting karena berpotensi mempengaruhi akurasi data pemilih jika tidak segera ditindaklanjuti. Bawaslu mendorong agar dilakukan koordinasi lebih lanjut antara penyelenggara dan pemerintah desa guna memastikan validitas data.

Menurut Abdul Saddam Alamri, pengawasan melekat menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas data pemilih agar tetap akurat dan mutakhir. “Kami memastikan setiap tahapan coklit terbatas dilakukan secara prosedural dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keakuratan data pemilih merupakan salah satu faktor kunci dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Oleh karena itu, Bawaslu terus berkomitmen untuk hadir dalam setiap tahapan penting, termasuk dalam proses pemutakhiran data pemilih.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bolmut juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawal data pemilih dengan melaporkan jika terdapat ketidaksesuaian data di lingkungan masing-masing.

Dengan pengawasan yang optimal, diharapkan proses PDPB dapat menghasilkan data pemilih yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.

Penulis, Foto dan Editor : R Mansur